Komitmen Tangguh Amerika Serikat terhadap Indo-Pasifik: Indonesia

Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Indonesia (State Dept.)

LEMBAR DATA
9 FEBRUARI 2024

Amerika Serikat adalah negara di kawasan Indo-Pasifik. Sebagai wilayah yang paling dinamis dan berkembang paling cepat di dunia, Indo-Pasifik merupakan penggerak penting bagi keamanan dan kemakmuran masa depan Amerika. Kawasan ini adalah “rumah” bagi lebih dari separuh populasi dunia, dan menyumbang 60 persen dari PDB global serta dua pertiga pertumbuhan ekonomi global. Perdagangan antara Amerika Serikat dan kawasan Indo-Pasifik mencapai lebih dari 2 triliun dolar AS pada tahun 2022, dan Amerika Serikat mendapat manfaat senilai 956 miliar berupa investasi langsung asing dari Indo-Pasifik. Hubungan antara masyarakat mengikat kita bersama-sama – lebih dari dua pertiga mahasiswa internasional di Amerika Serikat berasal dari Indo-Pasifik.

Sejak dirilisnya Strategi Indo-Pasifik pada Februari 2022, Amerika Serikat telah mengambil langkah-langkah bersejarah untuk memajukan visi bersama untuk kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, terhubung, makmur, aman, dan tangguh. Amerika Serikat terus menunjukkan kepemimpinan dan komitmen terhadap Indo-Pasifik, memperkuat kapasitas dan ketangguhan kawasan guna mengatasi tantangan dan peluang abad ke-21 serta menunjukkan bahwa kita dapat membangun masa depan yang lebih baik bersama-sama.

Pencapaian kami dalam Strategi Indo-Pasifik selama dua tahun terakhir tidak hanya mencerminkan kepemimpinan Amerika, namun juga tingkat kerja sama yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan para sekutu, mitra, dan teman-teman di seluruh kawasan untuk mengatasi tantangan global serta melindungi visi bersama kita tentang dunia di masa depan dalam menghadapi tantangan geopolitik yang meningkat. Kerja sama kami untuk membangun kapasitas kolektif dengan sekutu, mitra, dan sahabat tetap menjadi landasan pendekatan kami terhadap kawasan ini.

Namun seiring dengan berkembangnya kerja sama kita untuk memajukan nilai-nilai dan kepentingan bersama, tantangan yang kita hadapi juga semakin besar. Kita telah melihat RRC menjadi lebih represif di dalam negeri dan bersikap lebih asertif di luar negeri, meremehkan hak asasi manusia dan hukum internasional, serta berupaya mengubah kembali tatanan internasional. Kita telah melihat Korea Utara terus memperluas program senjata nuklir dan rudal balistiknya yang melanggar hukum. Dampak perubahan iklim menimbulkan ancaman nyata bagi negara-negara kepulauan kecil. Dalam menghadapi begitu banyak tantangan, kami tetap berpedoman pada visi afirmatif kami berdasarkan Strategi Indo-Pasifik, memperdalam kerja sama dan kolaborasi kami untuk meningkatkan kapasitas regional, kesejahteraan bersama, dan kemajuan yang stabil.

Departemen Luar Negeri AS berperan penting dalam upaya ini, seiring kami memperkuat arsitektur diplomasi dan keterlibatan global melalui Strategi Indo-Pasifik. Kami memperkuat kembali jaringan kemitraan dan aliansi kami, membangun koalisi, dan memperdalam keterlibatan kami dalam lembaga-lembaga multilateral untuk menghadapi tantangan zaman.

Kepemimpinan AS di Indo-Pasifik memberikan manfaat langsung baik di kawasan maupun di dalam negeri.  Pasar-pasar baru, serta hukum, peraturan, dan standar yang sama, memperkuat hubungan ekonomi antara bisnis Amerika dan pasar internasional.  Investasi baru dari kawasan yang dinamis ini menciptakan lapangan kerja di Amerika.  Dengan berkolaborasi dalam mengatasi krisis kesehatan masyarakat, kita menjadi lebih siap untuk melindungi diri kita sendiri dari pandemi di masa depan.  Dalam isu ini dan berbagai masalah lainnya, upaya yang kami lakukan di Indo-Pasifik membantu mengamankan dunia yang lebih aman dan lebih sejahtera untuk generasi mendatang, baik di seluruh kawasan ini maupun di Amerika Serikat.

I. Memajukan Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka

  • Menegakkan Hukum Laut Internasional di Laut Cina Selatan:  Kami mendukung sekutu Filipina kami dalam upaya untuk menumbuhkan pihak-pihak yang bersuara dalam menjunjung tinggi hukum laut internasional sebagaimana tercermin dalam Konvensi Hukum Laut 1982 (UNCLOS).  Misalnya, Amerika Serikat bergabung dengan sekutu dan mitra dalam mengutuk gangguan berulang kali yang dilakukan RRC terhadap kapal-kapal yang menggunakan kebebasan navigasi di laut lepas, dan keengganan mereka  yang terus berlanjut untuk mematuhi Putusan Arbitrase tahun 2016 dengan suara bulat, yang, sesuai dengan UNCLOS, bersifat final dan mengikat RRC dan Filipina.

II. Membangun Hubungan di Dalam dan di Luar Kawasan

  • Meningkatkan kemitraan bilateral kami dengan negara-negara di Indo-Pasifik:  Dalam kunjungan bersejarah tingkat pemimpin pada 2023, kami meningkatkan hubungan bilateral kami dengan Vietnam dan Indonesia menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif.

III. Mendorong kemakmuran kawasan

  • Menyelesaikan perundingan Pilar Kerangka Ekonomi Indo Pasifik (IPEF) secara substantial: Pada bulan Mei 2022, Presiden Biden meluncurkan IPEF bersama 13 mitra kawasan, termasuk Indonesia, untuk memperat kerjasama ekonomi dan menciptakan perekonomian yang lebih kuat, adil dan tangguh.  Pada bulan November 2023, mitra IPEF menandatangani Perjanjian Rantai Pasokan Pilar II dan secara substantial menyelesaikan perundingan terkait Perjanjian Ekonomi Bersih IPEF dan Perjanjian Ekonomi yang Adil.

IV. Meningkatkan Stabilitas Kawasan

  • Memperkuat aliansi keamanan:  Amerika Serikat memperkuat kerjasama perluasan pencegahan bersama sekutu-sekutu utama. Kami menandatangani perjanjian kerjasama pertahanan dengan Indonesia dan Papua Nugini, membangun kerjasama pertahanan dan keamanan bilateral selama beberapa dekade. Kami juga memprakarsai mekanisme pertukaran informasi secara langsung terkait ancaman serangan rudal Korea Utara dengan Jepang dan Korea Selatan dan kerjasama terpadu antara Australia dan Jepang dalam latihan militer trilateral.

V. Memajukan Ketahanan terhadap Ancaman Transnasional Abad 21

  • Memajukan ambisi iklim, energi bersih, dan ketahanan energi:  Untuk mempercepat kawasan menuju masa depan energi yang lebih bersih, kami telah meluncurkan Kemitraan Transisi Energi yang Adil (JETP) dengan Indonesia dan Vietnam, mengambil langkah-langkah mendukung ketahanan energi penting di Filipina melalui Perjanjian Kerjasama Nuklir-Sipil, dan memajukan transisi energi bersih di Asia Selatan dengan mendukung integrasi energi kawasan melalui perdagangan listrik lintas batas, dan pasar listrik kawasan.

____________

Lembar Data Lengkap: Komitmen Amerika Serikat untuk Indo Pasifik: Dua Tahun  Sejak Peluncuran Strategi Indo-Pasifik Pemerintah Amerika Serikat

# # #