AS Promosikan “Ekonomi Biru” dan Pelestarian Laut di Taman Nasional Bunaken

Blank Template - Siaran Pers

Manado, Indonesia – Pada 1 November 2016, Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI) Kedutaan Besar Amerika Serikat Brian McFeeters, Konsul Jenderal AS Heather Variava, serta sejumlah ilmuwan kelautan dan profesor dari Universitas Sam Ratulangi menghadiri sebuah acara di Taman Nasional Bunaken, yang merupakan kelanjutan dari konferensi Our Ocean 2016. Selain untuk melihat keanekaragaman laut Bunaken, kunjungan tersebut juga menjelaskan upaya Indonesia dalam melindungi lingkungan lautnya.

KUAI McFeeters mengatakan, “Salah satu fokus utama konferensi Our Ocean adalah ‘Blue Economy atau Ekonomi Biru serta mendorong penangkapan ikan yang berkelanjutan. Taman laut seperti Bunaken sangat berharga bagi kehidupan komunitas setempat. Peran serta dalam perlindungan dan pengelolaan wilayah tersebut akan membantu mencapai keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.”

Konferensi Our Ocean yang diadakan September silam di Washington, D.C. menyetujui lebih dari 136 prakarsa baru dalam pelestarian dan perlindungan laut.  Prakarsa-prakarsa ini, yang secara total bernilai lebih dari 5,24 miliar dolar AS, menitikberatkan isu-isu utama dalam bidang kelautan, termasuk kawasan konservasi laut, penangkapan ikan yang berkelanjutan, polusi laut, serta dampak cuaca terhadap laut.

Konsul Jenderal Variava mengatakan, “Kelestarian lingkungan akan memastikan stabilitas ekonomi, sehingga memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.”

Taman Nasional Bunaken terletak di Sulawesi Utara, di Segitiga Terumbu Karang. Taman ini merupakan habitat bagi 390 spesies terumbu karang dan spesies laut lainnya. Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi Our Ocean pada 2018.